Motor Arven berhenti tepat di depan pos satpam rumah sakit tempat Mama Ocha dirawat. Arven mematikan motornya sebelum Ocha turun. "Makasih Kak," katanya seraya menyerahkan helm tersebut pada Arven. Arven menerimanya, ia menatap Ocha dengan serius lebih ke datar sebenarnya, khas diri Arven yang memang terkesan cuek, "Sorry ya Cha, gue nggak bisa lama-lama, ada urusan dikit. Nanti kalau urusan gue udah selesai gue ke sini lagi," kata Arven seraya menaruh helm yang tadi dikenakan Ocha pada pegangan motor bagian belakang. Ocha tersenyum tipis, mengangguk sekali tanpa mengeluarkan suara. "Oh ya, jangan lupa itu buburnya dimakan, jangan sampai sakit malah buat repot yang lain," kata cowok itu seraya menujuk kantong berisi makanan yang ditenteng Ocha. "Iya Kak, siap, lagian Ocha nggak mau nge

