BAB 25

922 Kata

Turnamen basket antar SMA itu berlangsung begitu menegangkan. Skor antar tim selalu berkejaran, seolah tidak mengizinkan salah satunya mendahului. Suara para supporter yang sebagian besar diisi oleh para gadis itu terdengar menggema di seluruh ruangan, berteriak menyemangati jagoannya masing-masing, mereka bersahut-sahutan tidak mau kalah, saling teriak tidak peduli bahwa suara cemprengnya sangat mengganggu dan tidak peduli juga kalau besoknya mereka sudah kehabisan suara. Ocha duduk di bangku penonton, menjadi salah satunya penonton yang hanya diam menyaksikan pertandingan. Di sebelahnya, Arven yang biasanya diam pun sudah berteriak heboh. Tidak mau kalah dengan supporter cewek. "Ah elah shoot dong!! Drible-nya kurang cepet itu makanya disrobot lawan! Saga g****k, ambil lagi bolanya!!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN