Bab 29: Rahasia

1645 Kata

Cahaya pagi membelai lembut kulit Aira yang tengah berjalan memasuki gerbang sekolah, hari ini seperti ada yang hilang dalam diri Aira. Tidak seperti hari hari sebelumnya selalu di temani Aditya, tawa candanya dan semua kekonyolan yang ia tampilkan membuat Aira merasa sangat kehilangan. Perlahan Aira masuk ke dalam kelas, ia sempat terdiam menatap teman temannya yang berkerumun di dekat May. May yang menyadari ke datangan Aira ia langsung berjalan mendekati Aira. "Hai princess preman!" sapa May, tersenyum sumringah menatap Aira. Aira mengerutkan dahi memperhatikan May yang terlihat bahagia. Tapi apa perduli Aira? Aira melangkahkan kakinya lagi dan duduk di kursi, di ikuti May dari belakang. Aira menautkan ke dua alisnya menatap May yang berdiri di sampingnya dengan senyum-senyum sendiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN