Pernikahan berdarah

1014 Kata

Proses pemakaman pun di lakukan dengan lancar, semua warga sekitar yang ikut mengantarkan jenazah Rico satu persatu meninggalkan pemakaman, yang tinggal hanyalah Aira, Rei dan juga Kei. Air mata Aira masih mengalir deras, ia memukul dadanya berkali kali untuk menghentikan tangisannya, "kenapa kalian semua meninggalkanku," suara Aira tercekat di tenggorokan. "apa aku tidak pantas untuk memiliki ke dua orang tua? sehingga kalian meninggalkanku.." suara Aira serak. Aira menundukkan kepala, ia berusaha menghentikan tangisannya, namun rasa sakit yang ia rasakan karena kehilangan ke dua orangtua tak mampu ia terima dengan lapang d**a. "Aira...kita pulang, hari sudah mulai sore dan akan turun hujan," Rei jongkok di samping Aira. Aira menggelengkan kepala. "Tidak...aku mau menemani ayah di sin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN