Putaran waktu

947 Kata

Waktu terus berjalan, waktu tidak pernah menunggu. Sebagaimana masa lalu hanyalah tinggal kenangan yang tidak mungkin hilang dari ingatan. Bagai candu nikotin para penikmatnya. Begitu juga dengan Aira. Kenangan masa-masa indah, suka dan duka ia lewati bersama Rico bagaikan seorang kekasih yang tiap hari menyapa, 'apa kabar Aira'. Saat ini yang Aira butuhkan adalah ketenangan yang tidak di paksakan tapi ketenangan yang hadir dari dalam jiwa. Berbagai cara ia lakukan untuk menerima kenyataan diri, seutuhnya diri bukan hanya sekedar kata yang terucap dari bibir. Masa lalu hitam dalam hidup, tidak dapat di tawar jika memang sudah menjadi ketentuan yang harus di alami untuk sebuah kedewasaan jiwa dan cara berpikir. Miskin jiwa lebih lebih menakutkan di bandingkan miskin harta itu pun katanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN