"Dok, pasiennya sudah pulang." Baru saja aku terheran saat melihat bankar kosong. Sering kali hal seperti ini terjadi, pasien pulang tanpa konfirmasi dengan dokter. Waktu berputar dengan cepat. Baru saja rasanya terbangun dari tidur siang, sekarang sudah hampir jam tiga sore. Tiba-tiba teringat akan Fatimah, ia keluar pasti dengan perasaan yang. kesal. Aku terkekeh kecil mengingat meronanya adik manisku itu saat berhadapan langsung dengan Fata, sahabatku. Duduk di atas ranjang, kemudian merogoh saku jas untuk mengambil ponselku. "Kamu dimana?" Tak butuh waktu lama, Fatimah langsung membalas pesan. "Huaaa! Kakak jahat! Aku nunggu di cafe, ada teman, kok." Usai membacanya, aku menggilir nama kontak dan terhipnotis akan satu nama kontak yang baru saja kutambahkan, bukan hanya di konta

