Bab 17: "Bagaimana menurutmu, Fatimah? Ini bagus, kan?" Fatimah menatapku, seperti meminta persetujuan padahal aku sekarang hanya meminta saran yang baiknya gimana bagi mereka berdua. "Jadi ceritanya kita bakal kirim orang ke rumah Zara buat jemput Zara? Terus gimana lagi? Kalau Zara gak mau gimana?" "Lah, gue yang datang. Jadi, pasti Zara gak bakal nolak. Lagi pula temannya itu tau, kan, Fat?" Aku sedikit terkekeh mendengar singkatan nama yang baru saja disebut oleh Fata kepada Fatimah persis dengan nama singkat untuk memanggilnya juga. Fatimah hanya mengangguk, aku tau ia gugup di dekat seseorang yang ia sukai. "Lo datang jam berapa?" tanyaku lagi. Fata menjawab bersamaan dengan Fatimah, "Bagusnya udah maghrib." Mereka saling bertatapan, sementara aku kembali tersenyum. Semoga ada

