Matanya tertutup dengan sempurna. Damai hati melihat Zara yang tenang dalam tidurnya. Pandangku kembali pada tangannya yang masih dalam genggamanku. Kram haidnya sudah mereda dan tak lama ternyata ia malah tertidur. "Kamu cantik." Senyumanku terukir kalau melihat ia sedikit bergerak. Perlahan, kulepas genggamannya. Aku sedikit khawatir karena untuk pertama kali melihat seorang wanita mengalami kram haid yang separah Zara. Fatimah, adikku, tidak pernah mengalami hal seperti itu saat ia menstruasi, palingan jerawat saja yang muncul di wajahnya. Enggan berpaling, mata ini seakan takjub. Jantung berdegup, tak mengelak akan keanggunan Zara saat tertidur lelap seperti ini. Bolehkah kuminta hentikan waktu? Hanya untuk melihat pendamping hidup yang dititipkan Allah untukku. Senyum terulum kem

