Belum Move On

1258 Kata

Bab 8: Masih Mencintai Masa Lalu Selama perjalanan pulang, aku duduk di dekat Husain. Banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan pada Husain, tetapi mengingat kami akan pisah kamar malam ini tentu saja membuat diri ini gelisah. Mengapa bisa Mas Farhan muncul lagi? Bagaimana bisa ia bertemu dengan Husain? Dan mengapa ia melakukan ini pada Husain? Serta mengapa Husain berbohong? Pertanyaan itu terus mengalir tanpa henti. Sibuk dengan pikiran sendiri, tak menyadarkan jika kepala Husain bersandar di bahuku. Ia memejamkan mata. Apa ia tertidur? "Kenapa malah ada musibah seperti ini saat kita ingin memperkuat tali silaturahmi kita," keluh Bapak sambil fokus menyetir mobil. "Sabar, ini mungkin ada baiknya," balas Abah sambil melirik aku dan Husain lewat kaca, Bapak pun ikut memperhatikan. "Um

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN