Hazal yang merasa kesal melihat tingkah para pejabatnya meninggalkan tempat itu tanpa kata. Jelas sekali kesan jengkel dan bingung di wajahnya. Ia melangkah pergi dengan terburu-buru sambil memijat keningnya penuh frustasi menuju ruang kerjanya. Di tengah jalan ia berpapasan dengan Alan yang nampak bisa menebak apa yang sedang menimpanya. "Sepertinya hal buruk sudah terjadi" acuh tak acuh, Hazal diam sampai ia tiba di ruang kerjanya yang tenang. "Apa kau sudah tau siapa yang melakukan teror baru pada ratu?" "Aku baru saja meminta dilakukan analisa pada sampel bangkai yang dikirim ke rumah kami. Hasilnya mungkin keluar kurang dari 48 jam" Lelah, Hazal membuang diri ke kursi sambil menarik napas berat. "Aku kira Afreen akan aman di sini, tapi sepertinya ada lebih banyak tekanan yang tid

