Bab 55

972 Kata

Cambria memandangi pelataran istana yang begitu berisik. Dilihatnya sekumpulan pejabat sedang duduk berlutut menatap ke arah istana, tak peduli hujan gerimis mengguyur mereka tak bergeming sedikit pun, tetap menyuarakan permohonan yang memintanya keluar istana. Tak sendiri, tindakan itu juga rupanya menarik perhatian para wartawan untuk mengambil gambar, atau melaporkan secara langsung dari tempat kejadian, hingga situasi itu makin menyita perhatian orang banyak dan menimbulkan keresahan dalam benaknya. "Saya tidak tau Anda kembali, mengapa Anda tidak menyuruh pelayan memanggil saya?" Kata dayang Raim muncul dengan membawa minuman hangat yang diletakkan di sampingnya. "Kau melihatnya?" ia berpaling sengan sebaris senyum tipis pada wanita tua yang sekilas terpana dengan raut wajah heran.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN