Bab 48

1735 Kata

Serbuan lampu kamera secara tiba-tiba membuat wanita itu terkejut, panik dan tak nyaman, hingga ia memalingkan muka. Namun tak berhenti, berondongan pertanyaan tentang kematian Hazal segera menggema, membuat kesabaran Cambria benar-benar habis. "Hazal tidak mati, berhenti mengatakan dia mati! Kenapa kalian semua... Mengatakan hal itu padaku, dia tidak akan mati" Cambria menutup telinganya dan mulai menangis dengan keras. Para pelayan buru-buru membawanya kembali ke dalam istana. "Hazal tidak mati... Dia tidak mati... Kalian percaya padaku 'kan?" ucapnya berulang kali pada setiap orang yang dia temui. Namun tak seorang pun menggubrisnya. Mereka menatapnya dengan sinis maupun sedikit belas kasihan. "Yang mulia, tenanglah, sebaiknya Anda menunggu di dalam kamar saja" kata dayang Raim samb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN