Hari berikutnya Algi kembali ke tempat Cambria, untuk memenuhi tugasnya sebagai pelayan yang harus menjaga sang ratu sehari penuh. Sekali lagi ia harus melihat wajah tak bersemangat gadis yang ia kagumi, dan seketika terlintas kesedihan yang tak terlihat di wajahnya. "Apa yang akan Anda lakukan hari ini? " bukanya setelah lama diam. Cambria menggeleng seolah putus harapan. "Entahlah, mungkin berkeliling istana. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan di tempat ini" Dayang Raim muncul menyela pembicaraan mereka. "Selamat pagi Yang mulia" ia menunduk memberi salam dengan sopan. "Sudah coba kau sampaikan?" tampak raut muka tak bersemangat di wajah pelayan itu menimpali harapan ratu. "Saya tidak diizinkan meninggalkan istana. Surat untuk perdana menteri juga sudah diambil dari saya"

