Chapter 54

931 Kata

happy reading. Typo koreksi... ____ Gelengan kepala dan seringai geli tidak hilang dari wajah seorang Arkan Pramudya Angkasa, bahkan disaat laki-laki itu rapat dengan partner bisnisnya pun lelaki itu beberapa kali tanpa sengaja mengeluarkan suara kekehan hingga membuat semua orang menatapnya bingung. Arkan juga harus berulang kali meminta maaf siang itu ketika rapat. Pasalnya Arkan terlalu senang sampai tidak kuasa menahan raut gembira saat membayangkan wajah semangat putranya di telepon tadi pagi. Di tengah kegembiraannya ada rasa malu karena Arkan tidak tahu kalau saat itu ada Clarissa disana bersama putra dan ibunya. Hingga rasanya wajah Arkan terasa terbakar panas, saat bocah itu menyodorkan ponsel ibunya kepada Clarissa. Flashback on. "Bunda! Ayah udah ijinin kita tinggal bale

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN