Keesokkan harinya bocah dengan seragam sekolah corao batik berwarna merah tampak sangay menggemaskan itu sudah siap dan duduk bersila beralaskan tikar bergambar, matanya menatap lurus kearah pintu utama rumahnya dengan tatapan penuh harap. Tiga piring berisi nasi goreng kampung sudah tersaji di depan mata menggiurkan lidah, tapi sayangnya tidak menarik perhatian anak laki-laki itu. Seorang wanita paruh baya yang duduk di samping bocah itu pun hanya bisa menghela napas pelan dan menatap iba kearah cucunya. Langkah kaki seseorang mendekat terdengar, wanita yang lebih muda dan mirip si wanita paruh baya versi mudanya datang membawa tiga gelas air mineral di atas nampan. "Raka." Yang di panggil langsung mendongak lalu mengerjapkan matanya beberapa kali kearah wanita cantik dengan balutan

