Happy reading. Typo koreksi.. ___ Koridor rumah sakit yang sepi membuat perasaannya semakin tidak tenang dan gelisah. Tangannya bertaut erat, tubuhnya gemetaran, dan detak jantungnya mengalun dengan tempo sangat cepat. Dalam hatinya merapalkan doa agar sahabatnya baik-baik saja. Bella berhasil ia bawa ke rumah sakit dengan bantuan Pak Anto, panik menyergapnya kala menemukan sahabatnya tergeletak tidak berdaya di atas tempat tidur wanita itu. Sekarang ia hanya bisa menunggu penanganan yang sedang dilakukan oleh para petugas medis didalam sana. Drap. Langkah kaki berderap semakin mendekat. "Rissa." Yang di panggil mendongakkan kepalanya dan menoleh cepat, matanya semakin memanas melihat siapa yang datang. "Kak Arkan." Lirihnya menahan tangis. Arkan kembali mendekat, ia berdiri te

