Aram menghela napasnya ketika mobil berhenti tepat di depan patiseri- tempat yang aka menjadi acara malam ini. Ia tidak mengira akan ada banyak wartawan yang hadir dan berkerumun di depan pintu dibelakang pembatas. Jelas sekali jika semua ini adalah perbuatan Maureen karena wanita itu yang mengatur hampir semua acara. Wanita itu begitu menyukai sorotan dan juga keramaian. Tentu karpet merah menjadi satu hal yang tidak boleh terlewat. Setelah salah seorang penjaga pintu membukakan pintu untuknya. Aram turun dari dalam mobil sembari mengancingkan setelan marun yang dikenakannya malam ini. Tanpa menggubris sedikitpun seluruh wartawan yang mencoba bertanya atau mengambil gambarnya, Aram melangkah cepat masuk dengan raut wajah datar dan pandangan lurus kedepan. Sementara tamu lainnya menyempat

