Chapter 30 : Middle of The Night

1519 Kata

Emily terbangun diatas sebuah bangku kayu dengan bantalan ketika merasakan semilir angin dingin menerpa kulitnya. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh rumah kaca sebelum mencubit pipinya sendiri. "Arghhh...", desahnya pelan karena merasakan sakit. Itu artinya, ini bukanlah mimpi. "Bagaimana aku bisa terbangun disini?", tanyanya. Jelas sekali jika tadi, ia tidur di ranjangnya yang besar setelah beberapa saat menikmati makan malam sendirian. "Apa yang terjadi?", tanyanya lagi karena seumur hidupnya, Emily tidak pernah mengalami hal seperti saat ini. Berjalan sambil tidur atau terbangun di tempat yang tidak seharusnya. Perlahan Emily menurunkan kaki telanjangnya di atas lantai semen yang dingin hingga terusan satin yang dikenalannya menjuntai. Ia bangkit berdiri dan bersedekap tangan sebelum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN