"Kau melewatkan dua kali sesi bersamaku. Dan tiba-tiba kau datang dengan perban dikakimu?", Dokter Willsburgh menatap Emily khawatir ketika wanita itu melangkah masuk kedalam ruangannya. Dengan sigap ia bangkit berdiri dan membantu Emily duduk di sofa secara perlahan. Emily meringis. "Kecelakaan di dapur. Aku menjatuhkan pitcher dan menginjaknya.", ia jadi teringat kejadian minggu lalu itu. Terutama ketika Aram membantunya melakukan pertolongan pertama. "Oh apa masih terasa sakit?", "Sudah tidak seberapa. Untuk itu aku usahakan datang kemari.", Dokter Willsburgh tersenyum simpul. "Senang rasanya melihatmu semangat untuk bangkit.", Emily mengangguk kecil. "Jadi apa yang ingin kau tanyakan padaku, dok?", tanyanya sambil terkekeh pelan. Dokter Willsburgh duduk di sofa di sebrang Emily.

