16. Mendatangi

1320 Kata

Davita melirik Angga yang sedang membaca dokumen dengan ekspresi datarnya. Wanita itu terkejut ketika Angga tiba-tiba menoleh. Davita tersenyum tenang, lalu menunduk kembali fokus kepada tabletnya. Angga pun diam beberapa saat memperhatikan wajah cantik Davita. Ia berdeham pelan, lalu meletakkan map di atas meja. “Anda sudah makan siang?” Suara berat Angga mengalun menarik perhatian Davita. Ia mendongak, menatap Angga yang tengah memandangnya. “Belum, Tuan. Biasanya saya makan siang sekitar jam setengah 2, Tuan.” Davita menyahut sembari tersenyum. Angga melirik Lupis yang berdiri tak jauh dari sana. “Pesan untuk 2 orang.” “Baik, Tuan.” Angga kembali menatap Davita. “Menu apa yang Anda suka?” Davita tersenyum tak enak. “Tidak perlu, Tuan. Saya akan makan siang nanti setelah pulang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN