15. Tidak Diizinkan Masuk

1009 Kata

Tangan Hani terkepal, ia masih memperhatikan kepergian Davita ke arah lift gedung perusahaan Naradipta Group. Hani menahan umpatan kekesalannya karena ia masih harus menjaga image. Hani menarik napas pelan, lalu tersenyum sinis. “Dia bilang apa barusan? Maksudnya itu, dia ingin mengganggu hubungan pernikahanku nanti ‘kan? Lebih tepatnya, dia akan menggoda suamiku nanti. Cih, dia kira mendekati Angga semudah itu? Dia pikir level Angga dan Gino sama? Apalagi tipe wanita miskin seperti kamu, Davita. Mana mungkin Angga bisa kamu goda, bahkan untuk bertemu dengan Angga pun belum tentu kamu bisa. Heh, mimpi.” Sedang sibuk bergumam menghina Davita, Hani terkejut ketika seseorang melewatinya. Hani melotot singkat, lalu ia berdeham dan tersenyum manis. Hani bahkan menyisir rambutnya dengan jari-j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN