TERJERAT CINTA MAS DUDA 17 "Kamu siap?" Serasa mendapat angin segar, Hadyan memindai raut Khalisa. Dia berharap anggukan itu nyata, bukan sekadar ilusinya semata. "Iya." Khalisa kembali mengangguk meski harus menepikan segenap rasa malu. "Yakin?" "Iya." "Terima kasih." Detik berikutnya tubuh ramping Khalisa melayang. Hadyan membopongnya menuju kamar mereka. Malam ini dipastikan tidak akan ada lagi yang menghalangi. Dia telah menginginkannya Khalisa sejak lama. Khalisa pun sudah menerima pernikahan mereka. Maka sudah waktunya mereka untuk memiliki satu sama lain, menyatu dalam ikatan pernikahan yang sebenarnya. Hadyan bersumpah tidak akan ada yang bisa memisahkan Khalisa darinya, kecuali ketetapan Allah semata. Suasana rumah begitu lengang. Atikah sudah pamit ke kamarnya beberapa

