TERJERAT CINTA MAS YANG 18 "Mas Hadyan." Hadyan menoleh ketika tiba-tiba terdengar suara yang memanggilnya dari depan pintu. Dia sedang di kantor, berkutat dengan laptop di hadapannya. Perusahaan yang didirikan Hadyan bergerak dalam bidang properti. Kantornya belumlah terlalu besar. Dia hanya mempekerjakan beberapa teman yang bisa dipercaya untuk membantu. Meskipun bukan perusahaan besar, hasil yang diperoleh lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hal terpenting, dia bisa bangkit dari keterpurukan lima tahun lalu dan melunasi semua utang. Hadyan bekerja keras untuk mengembangkan usahanya. Bisnis properti bukanlah sebuah bidang yang langka. Namun, dengan mengedepankan kualitas dan tidak hanya meraup keuntungan semata, dia percaya usahanya akan dicari para konsumen. "Elia

