TERJERAT CINTA MAS DUDA 22 "Saya tunggu di sini." Hadyan menghentikan langkah di teras sebuah cafe & resto di mana dia dan Eliana berjanji untuk makan siang. Terdapat kursi dan meja di sana yang dikhususkan untuk pengunjung yang merokok atau pengunjung yang lebih senang duduk di luar. Dari tempat yang dia pilih, Hadyan bisa leluasa melihat ke dalam dan memantau Khalisa. Dia khawatir, Eliana berlaku kasar sebab tidak terima yang berjanji dirinya, tetapi yang datang Khalisa. "Iya." Khalisa mengangguk. "Kalau situasinya mulai terasa tidak baik, sebaiknya kamu lekas keluar. Jangan menunggu keadaan semakin tidak terkendali," pesan Hadyan. Khalisa menatap Hadyan dengan dahi mengernyit, merasa begitu heran dengan Hadyan yang begitu wanti-wanti sejak tadi pagi. "Apa Mbak Eliana memang tipi

