TERJERAT CINTA MAS DUDA 20 Gerimis mulai membesar. Hadyan semakin gundah. Tatapannya sekali lagi mengarah pada rumah kosong di mana biasa dia dan Hasan bercengkerama sebelum mertuanya itu wafat. Tiba-tiba satu pemikiran melintas di benaknya. Apa mungkin Khalisa .... Gegas Hadyan meraih payung yang memang tergantung di dinding teras rumah, lalu berlari kecil menuju sepeda motornya. Setelah menyalakan mesin, dia melajukan roda dua itu dengan kecepatan cukup tinggi. Langkah Hadyan terasa menginjak bara api. Hatinya perih seperti terkoyak saat melihat sosok yang dicintainya tersuruk pilu di atas pusara laki-laki yang baru pergi tiga hari lalu. Gerimis mulai membasahi tubuh rampingnya yang terlihat kuyu. Tanah merah yang terpercik air menyapu gamis bagian bawah yang dikenakannya. "Sayang."

