Jinak

1450 Kata

Aidan terkekeh geli melihat Carmila melahap es cendolnya dengan sangat rakus. Ia mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan membersihkan pipi dan dagu istrinya yang belepotan kuah cendol. "Enak banget ya?" "Huumm... " Carmila mengangguk. Sepulang dari rumah sakit, Carmila merengek minta es cendol. Alhasil Aidan membawanya ke alun-alun kota, karena di sana banyak penjual es cendol. "Kanda gak mau?" Carmila heran karena es cendol milik Aidan masih utuh. "Liat kamu, rasanya udah sama kayak makan cendol." Carmila tersipu malu. "Kanda apaan sih?" Aidan tergelak. Ekspresi malu-malu Carmila adalah hiburan favoritnya. "Habisin dulu... ini kalau masih kurang." Aidan menyodorkan es cendolnya. "Beneran Kanda?" Carmila terlihat berbinar. "Iya..." jawab Aidan sera mengamati wajah cantik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN