Sadis

2810 Kata

"Ish... Lepasin!" Masih seperti sebelumnya, Aidan mengabaikan teriakan Carmila. Ia menatap sang istri datar. Sebetulnya, Aidan tidak ingin melakukan ini, tapi Carmila yang membuatnya terpaksa mengikat istrinya itu di ranjang. "Lepasin..." Carmila terisak. Aidan berkedip sekali, kemudian mendekati Carmila dan duduk di tepi ranjang. Ia terus menatap tajam sang istri. Tangannya terulur menyentuh memar di pipi Carmila. "Maaf," ujarnya penuh penyesalan. "Tolong lepas..." Carmila memohon. Aidan menggeleng. Ekspresi wajahnya dingin. Amarahnya kembali menggelegak, mengingat saat Carmila meninggalkannya. Telat beberapa detik saja, mungkin dirinya akan kehilangan Carmila untuk selamanya. Beruntung ia datang tepat waktu, sebelum Carmila menaiki kapal laut. Rupanya istrinya itu berniat menghilang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN