"A-apa?" Carmila terhenyak, tubuhnya terasa lemas seketika, tapi karena Aidan memeluknya dengan erat, dirinya tak sampai roboh. Sesaat Carmila terpaku, mencerna kabar yang barusaja disampaikan Aidan. Aidan akan punya bayi? Eh Aidan hamil? Bukan, bukan Aidan tapi dirinyalah yang hamil. What?! Hamil?! Carmila mulai panik, dia meronta berusaha membebaskan diri dari pelukan Aidan. "Tidak... tidak... aku harus bicara pada dokter, tidak mungkin... hamil? Bayi...?!" "Sstt... tenanglah..." Aidan semakin mempererat pelukannya. "Bayi..? Hamil? Bagaimana ini? Bagaimana sekolah... aku tak bisa, hamil...." air mata mengalir deras di pipi Carmila. "Sst... cup...cup... tenanglah, aku janji kita akan melewatinya bersama." Aidan mengusap lembut punggung istrinya. Ia mati-matian menahan diri agar tidak

