Sempurna

2468 Kata

"Kanda...kakanda... bangun...!" Carmila mengguncang pundak Aidan. Semalam memang suaminya itu pulang larut karena cafe sedang ramai. "Kanda... nanti telat." "Engghh..." Aidan hanya menggeliatkan badan. "Hari ini pengumuman kelulusan, ayo bangun dulu." Aidan menarik Carmila hingga gadis itu jatuh kembali ke kasur. Ia memeluk Carmila dan menjadikan dindanya itu guling. "Ssst... diamlah, lima menit lagi, oke." Aidan berkata tanpa membuka mata. Carmila diam. Penyakit jantungnya kambuh lagi. Dadanya berdebar-debar dan tubuhnya panas dingin. Perlahan Carmila beringsut melepas pelukan Aidan. Ia berlari ke dapur dan meminum air putih sebanyak mungkin. Lebih baik. Ia memegang dadanya, masih terasa jantungnya yang berdetak dengan cepat. "Kamu kenapa?" Aidan tiba-tiba sudah berada di dekatnya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN