"Dindaaa... beneran ya hadiah yang kamu janjiin kemarin?" sekali lagi Aidan memastikan bahwa janji istrinya kemarin memang benar. "Hmm... itu kalau beneran dapat nilai sempurna ya.., kalau enggak ya tetep aja harus ada hukuman." "Jahat banget sih kasih hukumannya, gak bisa diganti yang lain apa?" Aidan cemberut. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke sekolah. Sebetulnya Carmila libur karena ada ujian akhir kelulusan. Tapi karena suami sintinya itu terus memaksanya ikut ke sekolah, menunggui ujiannya, akhirnya mau tak mau ia pun ikut. Kalau boleh jujur, sebetulnya Carmila enggan dan malu, tapi ia juga hapal dengan sikap nekat Aidan. Jika cowok itu mengatakan tidak akan mengikuti ujian jika tidak ditunggui oleh dirinya, maka dia pasti akan melakukan itu. Belum lagi dirinya diminta unt

