Sedih & Bahagia

1164 Kata

Carmila menggigit bibirnya untuk menahan sakit. Masih pembukaan tujuh, tapi rasa sakit yang ia rasakan sudah tak tertahankan lagi. Ia terus mendesis dan mengaduh pelan seraya berdo'a dalam hati agar persalinannya dilancarkan. Sesekali dirinyaa melirik suaminya yang menangis seperti balita di sebelahnya. Jika saja tidak sedang dalam kondisi kesakitan, pasti saat ini dirinya sudah tertawa terbahak. Jarang-jarang bisa melihat raja rimbanya menangis tersedu seperti ini. "Dinda... sakit banget ya... huu..." air mata Aidan mengalir deras di pipinya. "Gapapa..." jawab Carmila lirih. Ia kembali merintih saat sakit itu kembali datang menyerang. Aidan menampar mukanya sendiri. Dasar Bodoh! Istrimu kesakitan seperti itu juga karena perbuatanmu. Aidan meraung sambil menciumi wajah dan tangan Carmil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN