Angin berhembus kencang yang masuk ke dalam kamarnya membuat tubuhnya menggigil kedinginan. Karena tidak tahan lagi terhadap dingin kamarnya, terpaksa ia bangun untuk melihat suhu AC dan mematikannya. Begitu membuka mata, tatapannya langsung mengarah ke pintu balkon yang terbuka lebar. Seingatnya, tadi sebelum tidur, dirinya sudah menutup dan mengunci semua pintu dan jendela kamarnya. Perasaannya mulai waspada. Mungkin ada pencuri yang menerobos masuk kamarnya. Ia terpaku di tempat memikirkan kemungkinan bahwa pencuri itu membawa senjata tajam. Tubuhnya gemetaran, keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya. Ia menahan napas saat sekilas melihat pergerakan bayangan hitam dari sudut matanya. "Selamat malam, Rachel." "Kau...! Bagaimana kau bisa berada di sini?!" Rachel mencicit ketakutan me

