Carmila mematut dirinya di cermin. Lama ia berdiri di sana sambil sesekali menghela napas berat. Kenapa? Karena kian hari tubuhnya kian bertambah melar. Dengan tinggi badan yang hanya seratus lima puluh delapan sentimeter saat ini berat badannya sudah mencapai tujuh puluh kilogram, padahal usianya baru dua puluh tiga tahun. Jadi bisa dibayangkan bukan seperti apa body-nya? Malu sekaligus minder. Itulah yang ia rasakan setiap kali harus keluar mendampingi suaminya, Aidan atau saat menghadiri pertemuan orangtua di sekolah Aleron dan si kembar Aldebaran dan Aldevaro. Awalnya Carmila sama sekali tidak mempedulikan tentang bobot tubuhnya yang terus bertambah. Setiap hari fokus pikirannya hanya untuk keenam anak dan suaminya saja. Ia tak sempat memikirkan tentang fitnes atau sekedar joging di

