MAHKLUK KASAT MATA

926 Kata
Hari itu aku di ajak Fifi main ke rumahnya. yach sering sich kami main k rumahnya belajar kelompok dll,Rumah sahabatku ini besar dengan halaman yg luas , tp bangunannya sudah cukup tua , menurut yang aku dengar rumahnya ini ada sejak jaman belanda & fifi ini memiliki kakek buyut yg asli orang Belanda , rumahnya ini sering di renovasi makanya tetap nampak kelihatan bagus .Setiap datang ke rumah ini perasaanku selalu tidak enak , tapi semua aku anggap biasa saja , walaupun aku tau selalu ada yang memperhatikan tingkah polah ku yang ceria. Fifi memiliki kakak pria yg setahuku tggl d Belanda ikut paman nya. setiap k rmh ini srg aku lihat pria yg sangat tampan bekulit putih dgn warna mata sebiru laut, serta brtubuh tinggi dan atletis. Sambil mengagguk dia senyum arahku , aku fkr itu pastinya abang si fifi yg sedang berkunjung, krn wajah mrk mirip tp yg ini lbh dewasa ,maklum saja foto yg di pajang d Ruang tamu hanya foto semasa mrk msh kcl ,jd aku cm senyum biasa sj tiap melihatnya. Pernah aku bertanya " Fi bang Bernad sudah pulang ya " alis fifi bertaut " Kan Bang Ben saat ini lagi sibuk setelah pengangkatannya sebagai CEO di perusahaan kakek, gimana bisa pulang , padahal mama ku juga kangen banget lho" katanya. Aku cuma diam mndengar apa kata fifi. Hari itu setelah mngerjakan tugas sekolah aku tak bisa pulang karna hujan lebat hingga sore , supaya ibu tak khawatir aku tetap menelfon kalau pulang agak lambat, ya mereka juga tau aku sering main ke rumah sahabatku fifi. " Assalamualaikum Ibu aku masih di rumah si fifi , pulangnya agak lambat ya , tuggu hujan agak reda dulu " kataku. " Waalaikummussalam ya tdk masalah koq nak, klo hujannya reda langsung pulang nak ya" kata ibuku. Mungkin krn hujan deras rasa nya dingin banget , bawaan nya selalu mau ke kamar kecil, tapi karna 2 kmar mandi sedang dipakai terpaksa aku buang air kcl d kamar mandi belakang. Sejak tadi prasaan ini tidak enak & aku tau kalau " Orang itu " ada d dekat ku tapi aku tetap pura2 tdk tau. Sialnya karna rumah ini bgt luas maka jarak kamar mandi belakang agak jauh & lampunya pun tdk begitu terang. Aku brjln sambil melihat lukisan- lukisan yg terpajang di dinding & aku terkejut melihat di antara lukisan trsebut ada 1 yang sering ku lht tersenyum padaku. Deg, jantung ku berdetak lbh cpt sprtnya aku hrs tanya ke fifi siapa dia. Setelah buang air kcl tiba2 di depanku ada seekor ular phyton yg sangat besar , ukurannya sebesar betisku & pandangan matanya menatap mataku yg terkejut , aku diam & tetap tenang karna aku tau Ular tersebut adalah penunggu rumah ini , sedikit pun aku tdk mnampakkan kepanikan , setelah bs mngusai prasaanku sendiri Akhirnya aku keluar setelah mengucapkan " permisi ". Setelahnya aku & fifi ngobrol d ruang tamu dgn d temani sepupunya ,aku juga tanya 4 lukisan di dekat gudang itu siapa , " Fi lukisan di belakang itu siapa mu ?" dngn senyum tipis Fifi berkata " itu kakek nenek buyut ku , Kakek ku asli Belanda & nenek ku Indonesia , 2 yg d sebelahnya itu anak kembarnya, menurut yang aku dengar , salah satu anaknya ada yang melakukan bunuh diri krn kakek ku menentang cinta anaknya dgn wanita pribumi , pdhal dia sangat mncintai kekasihnya trsebut . Apalagi setelah wanita itu di paksa menikah dgn orang tuanya, semakin hancurlah hatinya. Mendengar cerita fifi aku cm diam & tdk membahas kehadiran org yang sering tersenyum padaku , krn aku jg tau dia adalah " Orang Itu." Selanjut nya kami ngobrol ngorol ngidul sambil ketawa ketiwi , lg asik ngobrol tiba2 Fifi berteriak" ada Ulaaaar " sembari menunjuk d sebelah ku , aku kaget krn suara Fifi cukup kencang , sampai mama ,tante serta pembantu nya pun ikut kluar mendengar nya , betul saja di samping kursi yg aku duduki tadi ular yg aku temui di belakang itu sekarang ada di sini, kepala ular itu di tegakkan dengan lidah yg menjulur. Mereka heran koq bisa ular tersebut ada di situ, mmg lewat mana ?sedangkan semua pintu dlm keadaan tertutup , aplagi ular trsebut seukuran betis , mana mungkin dia bisa lwt tampa kelihatan? Tiba2 tukang kebun dtg dgn membawa cangkul bermaksud memukul nya ,tp dgn cepat aku cegah " Jangan mang biarkan dia pulang , mngkin dia cuma trsesat " kata ku , Setelah itu aku samperin ular trsebut dengan berkata pelan " Pulang lah , jngn menampak kan diri lg ". Seakan mngerti ular itu menurunkan kepalanya , & berjlan menuju ke arah pintu yg sdh di buka. Setelah smpai depan pintu mang Udin mnyusul tuk melihat nya , tp secara ajaib ular tersebut hilang entah ke mana . Semua merasa heran tp aku pura2 tdk tau dan tidak menanggapi smua nya. Hari ini pulang sekolah aku lelah banget , badan ku agak meriang , d rmh cm ada bik Sumi pembantu yg sdh d anggap kluarga , sementara Ayah ibu ku blm plg krj , setelah makan aku istrahat ,mngkin karna kurang sehat akhirnya aku tertidur, Sorenya ketika aku bangun di depan ku ada seorang pria ganteng yg sering aku lihat di rumah Fifi , dia tersenyum dan bertanya sprt ikut merasakan "Hai kamu sakit ? oh iya kita sering bertemu tapi aku belum kenal kamu , nama ku Jerri mau kah kamu jadi teman ku " katanya. Aku cuma mngangguk dan berkata " kenapa tidak, asal kamu bisa jadi teman yang baik, aku pasti mau ".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN