Lorong menuju Istana Ratu terasa lebih panjang dari biasanya. Langkah mereka berdampingan. Dengan tangan yang saling berpegangan erat Tak ada yang berbicara. Hanya suara langkah kaki mereka yang terdengar di lantai yang bergaung pelan. ⸻ Sesampainya di Istana Ratu, Canna sudah menunggu dengan kepala tertunduk. “Air hangat sudah disiapkan, Yang Mulia.” Isabelle mengangguk pelan lalu masuk ke ruang dalam. Alistair tidak pergi. Dan untuk pertama kalinya—ia tidak tahu bagaimana harus memulai. Isabelle berdiri di tepi kolam. Alistair berada beberapa langkah di belakangnya. Hening. Bukan canggung. Tapi penuh makna. Isabelle melepas jubahnya perlahan, menyisakan kain tipis yang kemudian ia turunkan dengan tenang sebelum melangkah masuk ke dalam air. Air hangat menyentuh kulitnya.

