Tenda jamuan terasa riuh dengan pembicaraan para wanita bangsawan, cahaya matahari yang mulai meninggi menyelinap masuk, tirai tipis berwarna gading bergerak perlahan tertiup angin, membawa aroma bunga musim panas dan teh hangat. Meja-meja panjang dipenuhi para wanita bangsawan— acara ini seakan menjadi ajang adu kekayaan antar bangsawan gaun sutra berlapis renda, perhiasan mewah, dan senyum yang tampak sopan namun penuh perhitungan. Isabelle duduk bersama ibu mertua dan bibinya Ratu Vernant, disitu juga terdapat Lysandra dan juga beberapa wanita bangsawan berkedudukan tinggi “Silakan,” ucapnya lembut pada seorang pelayan. “Tambahkan teh chamomile untuk Lady Merrow. Ia menyukainya.” Lady Merrow tersenyum terkejut. “Yang Mulia mengingatnya.” Issabelle membalas dengan anggukan kecil. “

