19. Kekhawatiran

1376 Kata

Perjalanan kembali ke istana berlangsung jauh lebih sunyi dibanding saat mereka berangkat. Derap kuda kembali menggema di jalur tanah yang sama, namun kali ini tak ada ejekan ringan, tak ada nostalgia yang dilontarkan Aldrian. Issabelle menunggang Xena dengan tenang, pandangannya lurus ke depan, sesekali tangannya mengusap leher kuda itu seolah menenangkan—atau mungkin menenangkan dirinya sendiri. Di belakangnya, Alistair menunggang kuda kerajaan dengan pikiran yang jauh dari padang rumput barusan. Kata-kata Aldrian terus berputar di kepalanya. Kau harus segera memberitahu kebenarannya. Jika semakin lama, dia akan semakin kehilangan segala ingatannya. Rahang Alistair mengeras. Ia tahu itu bukan ancaman kosong. Master Eldric telah menyampaikannya dengan bahasa yang lebih halus—tentan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN