Chapter 41

1423 Kata

Pukul 21.30 para tamu undangan sudah mulai meninggalkan tempat jamuan. Deanova masih terlihat bugar, berbeda dengan Aira yang terlihat kelelahan dengan wajah pucat. "Yang kita ke kamar aja," ucap Deanova dengan khawatir saat tiba-tiba Aira memeluknya dengan tubuh lemas dan keringat dingin. "Ra, Aira!" Panggil Deanova seraya membelai pipi Aira saat tubuhnya tak menunjukkan pergerakan. Deanova panik dan langsung memanggil ibu mertuanya yang saat ini berada paling dekat dengan dirinya. Marissa yang sedang mengobrol bersama Liana dan Erika seketika menoleh dan ikut panik. "Aira kenapa Dev?" Ucap Marissa seraya menyentuh kening Aira yang tampak berkeringat. Para wanita panik lalu memanggil para suami yang langsung berdatangan. "Tolong panggilkan dokter!" Ucap Deanova sembari menggendong t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN