Chapter 40

1929 Kata

Seolah bersekongkol, baik keluarga Aira maupun Deanova menutup akses keduanya untuk saling berhubungan. Bahkan dengan kejamnya Ferdinan melimpahkan semua pekerjaan kantor kepada Deanova. Membuat Deanova sibuk dan melupakan Aira adalah tujuan mereka. Braak... Deanova melempar pena ke arah pintu kantornya. Terdengar suara gemerutuk gigi bertabrakan di ruangan serba silver itu. Tampak rahang berbulu halus itu mengeras seraya memutar kursi kebesarannya menatap kaca besar di hadapannya. Terlihat lampu kota mulai bergantian berkerlipan menandakan malam mulai merangkak. Dan Deanova masih tenggelam dalam tumpukan kertas yang menjulang di meja kerjanya seolah tak tersentuh padahal seingat Deanova sejak pukul tujuh pagi ia sudah berkutat dengan berkas-berkas menyebalkan itu yang seolah tak ada hab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN