Chapter 54

1766 Kata

Perlahan Deanova melepaskan tangan Aira dari tubuhnya. Namun tak berhasil saat gumaman lirih Aira terdengar, "Di sini aja!" "Aku pikir udah tidur." Kekeh Deanova lalu membelai pipi Aira. "Kita harus makan terlebih dulu perut kamu harus di isi. Ayo pakai baju kamu, kita turun!" Sambung Deanova lagi. Dengan malas Aira bangun dari tidurnya. Lalu masih dengan mata sayu ia angkat kedua tangan untuk merapikan rambutnya yang tergerai. Tanpa disadarinya selimut yang menutupi tubuh polos Aira merosot dan membuat sepasang iris cokelat tembaga itu kembali berkabut gairah. "Cepetan pakai bajumu sebelum si junior minta nambah!" Ucap Deanova sembari mengalihkan pemandangan indah yang ditawarkan padanya. Andai saja Aira sedang tidak hamil muda dan kecapekan pastilah ia akan menghabiskan waktu seharian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN