Pukul 12 malam Aira baru sampai di rumahnya. Ada perasaan mengharu biru yang menyeruak dalam hatinya kala mendapati Deanova tengah tertidur pulas dalam posisi terlentang dengan Ellora dan Ivand yang memeluknya. Sepelan mungkin Aira mengambil baju ganti dalam walk in closed agar tidak menimbulkan suara sedikitpun. Lalu berpindah ke kamar anak-anak untuk membersihkan diri dan melaksanakan salat isya sebelum kembali ke kamarnya. Senyuman Aira terkembang saat kembali menatap wajah tampan Deanova. Di usianya yang telah matang bukannya terlihat semakin tua justru suaminya tersebut terlihat lebih tampan dan seksi. Puas memandangi wajah sang suami, tatapan Aira beralih ke arah wajah dua buah hatinya yang tampak begitu nyaman dalam pelukan Daddy_nya. Aira membayangkan jika saja ia bisa bergabung d

