Selama pesawat yang ditumpangi Aira mengudara hanya kegelisahan yang dirasakannya. Jiwanya seolah tertinggal di rumah. Bayangan wajah Deanova terlukis jelas dari kaca di sampingnya. Untuk kesekian kalinya sorot kecewa dari netra Deanova mengoyak hatinya. Gita yang berada di sisi Aira hanya bisa terdiam. Untuk kesekian kalinya ia menemani Aira dengan kondisi seperti ini. Tentu saja Gita tahu penyebab kegelisahan sahabat yang menjabat sebagai bosnya tersebut. Pasti tadi pagi sebelum berangkat ke bandara Aira dan dan Deanova kembali bersitegang seperti biasa. Sebagai sahabat Gita tak pernah lelah mengingatkan Aira agar lebih fokus kepada keluarga dan patuh pada suami. Tetapi Gita bisa apa? jika Aira tak mendengarkan nasihat-nasihat dirinya. Saat ini Aira memang tengah di puncak kariernya. Dan

