Perlahan Deanova beranjak dari atas ranjang setelah menyelimuti tubuh polos Aira. Ia singkirkan anak rambut yang menutupi wajah Aira lalu mengecup keningnya. Wajah cantik itu terlihat tenang meskipun Deanova tahu Aira kelelahan karena kegiatan berulang mereka semalam. Mengingat semalam membuat hati Deanova berdesir kembali, seandainya belum memasuki waktu subuh pastilah Deanova akan mengulang kembali percintaan panas mereka yang melenakan. Setelah membersihkan diri Deanova melaksanakan salat subuh terlebih dulu karena tidak tega membangunkan Aira yang masih bergelung dalam selimut. Cukup lama Deanova bermunajat di atas sajadahnya. Dengan khusuk Deanova melafazkan doa untuk kebaikan pernikahan mereka, untuk orang tua, dan semua saudara-saudaranya. Ucapan syukur selalu menggema di dalam ru

