Sejak memasuki trimester ketiga kehamilannya Aira mulai mengalami kesulitan tidur malam, selain karena rutinitas buang air kecilnya yang meningkat menjadi 3-4 kali dalam semalam, rasa nyeri di punggung membuatnya kesulitan untuk beraktivitas normal. Apalagi saat kelelahan, ia tidak akan bisa tidur sebelum Deanova mengusap-usap punggungnya tapi semalam karena perasaan amarah yang bercokol di hatinya Aira terlelap begitu saja. Tetapi semalam Aira bisa merasakan pelukan hangat Deanova seperti biasa, aroma maskulin itu yang justru membuatnya semakin nyaman. Perlahan Aira membuka mata seraya menatap tempat kosong di sampingnya lalu beralih ke sofa tempat tidur Deanova yang juga kosong. Seketika hatinya terenyuh saat menyadari jika sikapnya pada sang suami sangat keterlaluan. Bukankah dirinya s

