Kekuatan Dari Dalam Hati

1513 Kata

Mayang menggeliat di atas tempat tidurnya dengan mata masih tertutup. Perlahan ia membuka matanya dan mengerjap-ngerjap kesilauan. Matahari telah naik empat puluh lima derajat ke atas cakrawala dan sinarnya yang kekuningan mulai berubah menjadi putih.   Mayang mengangkat tubuhnya dalam posisi duduk. Ia melirik jam dinding di atas kepalanya. Pukul delapan lewat tiga puluh menit. Mayang segera bangkit berdiri dan melangkah keluar kamar.   “Pagi,” sapa Mayang pada ibu dan budenya yang tampak sedang sibuk di dapur.   Keduanya menoleh dan langsung tersenyum melihat Mayang sudah mau berjalan keluar dari kamarnya.   “Pagi, Sayang,” sapa ibu Mayang.   “Sarapan, Mayang,” ucap bude sambil tersenyum pada Mayang dan mengambil mangkuk di lemari, kemudian kembali ke area kompor untuk mengambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN