Malam itu, Sarah dan Adelio duduk di kursi teras kamar kost Dira. Tampak Sari, Nurin dan Indah juga mengambil kursi teras kamar mereka masing-masing untuk dapat duduk bersama dengan mereka. Dira keluar dari dapur dengan membawakan dua gelas minuman dingin untuk Sarah dan Adelio. “Thanks, Dir,” ucap Adelio dan Sarah, kemudian meminumnya. “Jadi, Mayang sekarang udah agak baikan, ya? Udah mau diajak ngomong, kan?” tanya Indah dengan wajah khawatir. Sarah mengangguk. “Tadi siang udah mulai bisa ketawa lagi denger candaan gue,” ucap Sarah. “Yah, meskipun pelan-pelan, tapi ada perkembangannya.” “Terus, lo tadi di telepon kan bilang punya rencana? Nah, rencana apaan?” tanya Dira pada Sarah. “Jadi gini,” ucap Sarah, “gue kemarin nggak sengaja lihat, waktu Mayan lagi ganti baju,

