Rencana Sarah

1787 Kata

Mayang mengerjapkan kedua kelopak matanya yang terasa berat. Ia merasa seperti harus tidur dan mengistirahatkan seluruh tubuhnya. Tapi entah kenapa matanya tidak mau terpejam. Bayangan wajah Dio yang terbaring kaku di sisinya, terus-terusan menghantuinya. Setiap kali Mayang berusaha masuk ke tahap deep sleep, selalu saja ia kembali tersentak bangun. Seolah otaknya mengejutkan tubuhnya agar tidak tertidur jika tidak mau bermimpi buruk tentang Dio. Tidur terakhirnya yang cukup nyenyak adalah setelah menangis dalam pelukan ibunya kemarin, itupun karena ia masih berada di bawah obat penenang yang disuntikkan perawat saat ia baru tiba di rumah sakit Bandung.   Setelah itu, sehari setelahnya sejak ia dibawa pulang ke Jakarta, Mayang terus-terusan terjaga. Tak pernah tidur lagi. Ia bahkan selal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN