Sudah dua hari berlalu, Arinka rutin datang menemani Ayya yang tidak pernah menganggap Arinka ada. Zam memperhatikan semuanya, Ayya menganggap ibu kandungnya itu hanyalah patung padahal Zam sudah menjelaskan tetapi dua hari ini, Ayya seolah menutup diri. Ayya selalu melamun, sesekali menangis histeris membuat Baila mau tak mau terus menyuntikkan obat bius padanya. Zam selalu mencoba menggunakan waktu dengan baik tetapi Ayya selalu menolak kehadiran Arinka, membuat Zam bingung. Apa yang sebenarnya ada didalam pikiran Ayya sekarang? Bukankah kemarin-kemarin Ayya begitu ingin bertemu dnegan ibu kandungnya? Lalu kenapa disaat perempuan melahirkannya itu ada disampingnya Ayya menolaknya dengan lantang? "Mama masakin kamu makanan orang-orang kota, pembantu di Dirumah Tante Flora bilang mas

