45

1271 Kata

Keesokan paginya, aku dihadang Kenzo saat di parkiran kantor. Setelah memakai blazer dan merapikan kerudung, ku ambil tas dan menutup pintu mobil sepelan mungkin agar tidak mengejutkan putraku. "May!" panggilnya lirih. Aku hanya melirik sekilas tanpa menghentikan gerakanku. Tanganku sigap mengulurkan tangan ke Bimo yang masih sibuk memainkan tali ranselnya. Kenzo melangkah lebih dekat, suaranya semakin merendah. "Kudengar, Bu Ratna sedang ditahan. Iya kah?" dia berbicara dengan suara yang sangat lirih. Aku menoleh sekilas, menimbang apakah aku harus menjawabnya atau tidak. Tapi melihat ekspresi serius di wajahnya, aku akhirnya mengangguk. "Ya." "Astaga. Masalah apa ay? Penggelapan dana?" Alisku sontak mengerut memandangnya penuh selidik. "Kamu kok tau? Kamu sekongkol ya-" "Astaghfiru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN