Bab 34

1051 Kata

Kezia menutup mulutnya seolah tak percaya dengan apa yang terjadi didepannya itu. "A -- Abang," lirih Kezia pelan. Arman pun segera membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh sang istri. "Miss you, Ren. Aku kembali, buat tepatin janji aku ke kamu dulu," lirih Arman sambil mengecup pucuk kepala sang istri. Kezia hanya tersenyum, dan makin mengeratkan pelukannya kepada sang suami. "Abang ini beneran gak sih? Apa ini cuma mimpi? Atau kebetulan, Bang?" tanya Kezia masih dengan kebingungan yang melanda. Arman melerai pelukannya dan membelai lembut mesra rambut sang istri dan kembali mengecup bibirnya yang indah. "Entahlah, terlalu banyak kebetulan yang udah kita laluin, Ren haha," kekeh Arman sambil tertawa kecil. "Iya juga sih, Ya Allah, berarti Abang udah lama tau kalau aku Maure

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN